Kabar Gempa, Resahkan Masyarakat Madura Kususnya  Pamekasan, BMKG Jatim Bantah Kabar Itu

 

peta Pulau Madura

Pamekasan,maduranewsmedia.com– Beredarnya himbauan dari seseorang yang tidak dikenal yang disebar melalui media WhatsApp, akan adanya gempa bumi di Madura hususnya di Pamekasan membuat warga resah dan ketakutan. bahkan yang lebih meyakinkan warga bahwa informasi itu datang  dua tokoh ulama pondok pesantren terkenal di Pamekasan. menyusul terjadinya gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, membuat masyarakat di kota Gerbang Salam itu resah karena seseorang itu dengan sangat meyakinkan. Rabu (3/10/2018).

“Untuk malam hari ini semuanya harus waspada bahwa pada jam dua nol nol kita harus hati-hati karena diprediksikan akan ada gempa bumi jadi untuk seluruh saudara-saudaraku sekalian yang dari Madura wabil khusus Pamekasan, Sumenep, Sampang dan Bangkalan semuanya harus waspada, isi himbawan dalam media WhatsApp  ini bukan hoaxs,” ini beneran bukan guyonan,”  kata suara orang yang tak dikenal yang disebar melalui media WA itu

Kandar salah seorang warga desa Kalampar kecamatan Proppo kabupaten pamekasan menyatakan,  informasi tersebut sudah meresahkan orang banyak orang,bahkan sejak adanya informasi tersebut. Warga merasa ketakutan dan tidak tidur mulai semalam takut gempa bumi itu betul-betul terjadi.

“Saya dan tetangga semalam sampek tertidur di luar takut gempa terjadi karena informasi itu meyakinkan kami dan masyarakat yang lain karena 2 tokoh ulama yang memiliki pondok terkenal di pamekasan. Oleh sebab itu kalau hal semacam itu tolonglah jangan di sebar,” katanya.

Menyikapi hal itu, Taufik Hermawan dari Badan Meteorologi Krimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menghimbau, agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu kebenarannya karena gempa bumi tidak bisa diprediksi dan diperkirakan kapan akan terjadi.

“Gempa tidak bisa diprakirakan, BMKG itu hanya mengukur kekuatan gempa setelah terjadi, lokasinya di mana, kedalamannya berapa, berpotensi tsunami apa tidak jika gempa tersebut terjadi di laut, kalau ada bahasa diprediksi akan terjadi gempa, sudah jangan dipercaya,” tegas Taufik Hermawan.

Dikatakan dia, apabila ada informasi atau peringatan semacam itu, masyarakat diharapkan untuk tetap tenang, tidak resah dan upayakan mencari informasi yang benar melalui lembaga terkait, baik melalui BPBD setempat maupun langsung ke BMKG di wilayah tersebut. (rhm/shb)