Persiapan Akan Dimulainya Pembelajaran Tatap Muka, Cabdin Wilayah Bangkalan Cek Persiapan Sekolah

Kasi SMK Cabdin wilayah Bangkalan, Nahthim saat di SMKN-1 Blega

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Keberhasilan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di SMK-1 Tanjungbumi dan SMAN 1 Tanjungbumi  menjadi rujukan dalam pelaksanaan kegiatan Belajat (KBM) tatap muka SMAK dan SMK di kabupaten Bangkalan pada masa pandemi Covid-19.Untuk persiapan  KBM  tatap muka yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 September mendatang, Cabdin wilayah Bangkalan melakukan pengecekan ke sejumlah SMK di kabupaten Bangkalan.

Kasi SMK Cabdin wilayah Bangkalan, Nahthim mengatakan,  kunjungannya ke SMKN-1 1 blega untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasana protokol kesehatan covid 19 menjelang akan dimulainya KBM tatap muka. “Kita cek semunya,, mulai dari tempat cuci tangan, bilik disinfektan  dan sarana protokol kesehatan covid-19 lainnya,” kata Nahtim saat mengecek kesipaan sekolah di SMKN-1 Blega, Rabu (16/09/2020)..

Dikatakan dia, dalam pemantauan di SMKN-1 Blega para siswa dan guru menyampaikan bahwa mereka lebih senang dan siap untuk mengikuti pembelajaran tatap muka dari pada  pembelajaran dari daring apalagi yang berkaitan dengan bidang studi produktif,

Salah seorang guru SMKN-1 Blega, Nurul menjelaskan, murid-murid di group WA sekolah sangat  menginginkan segera dimulai pembelajaran tatap muka. “Mereka kepingin banget mengadakan pembelajaran tatap muka oleh karena kesempatan ini akan digunakan secara baik oleh siswa dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Nurul.

Sementara itu, Kepala SMKN-1 Blega, Sueib, menyatakan bahwa, SMKN 1 Blega sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. :”Kita sudah mensimulasikan kepada guru dan siswa melalui tatap muka praktek dan semua guru dan siswa sudah siap menerapkan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tuturnya.

Terpisah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bangkalan, Sunarto menjelaskan,  pada tanggal 21 September nanti pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, dengan kapasitas siswa 50 persen dari total siswa dan pihaknya akan memantau langsung perkembangan setiap

pembelajaran tatap muka ini nanti kata Sunarto akan dievaluasi terus.” Jika ada peserta didik atau guru yang terindikasi terpapar covid-19,  maka KBM tatap muka akan langsung distop. Oleh karenan itu kami mohon kerjasama kepada semua pihak agar program ini berjalan sukses tanpa kendala apapun dan tidak menjadi klaster baru,” pungkasnya. (hib/shb)