Keluarga Tehnisi Lion Air JT 610 Asal Bangkalan Berharap Ada Mukzizat Bagi Anaknya

Raden Ayu Wiwinda Hayati ibuda Tehnisi Lion Air JT 610 menunjukkan foto anaknya

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Tim SAR saat ini tengah melakukan pencarian terhadap korban pesawat Lion Air JT 610  yang jatuh di Perairan Kerawang Jawa Barat, namun  keluarga Tehnisi pesawat Lion Air JT 610   Ra Bagus Nur Wito Desi Putra (27) masih berharap ada mukzizat  anaknya selamat. “Kami dari keluarga Ra Bagus mengharpkan ada mukzizat dan anak saya selamat,” kata Raden Ayu Wiwinda Hayati (52) ibunda Ra Bagus Nur Wito Desi Putra di rumah duka di Kampung Kaskel kelurahan Kemayoran kecamatan kota kabupaten Bangkalan,Selasa (30/10/2018).

Sampai saat ini kata dia, belum ada kabar resmi baik dari kantor Lion Air maupun dari pemerintah tentag nasib anaknya tersebut. “Kalau kabar resmi belum ada, makanya saya tetap berharap anak saya selamat dalam musibah jatuhnya pesawat Lion Air itu,” tutur Wiwinda dengan mata berkaca-kaca.

Sebab kata Wiwinda, selama ini dirinya tidak mendapatkan firasat buruk apapun terkait anaknya Ra Bagus, bahkan sebelum terbang, anaknya sempat mengirimkan pesan melalui WA yang dikirim ke  group keluarga. “Anak saya itu selalu mengirim pesan melalui WA, baik ketika pesawat mau take off maupun ketika pesawat sudah landing. Sebelum terbang kemarin dia kirim WA ke group kelaurga. Isi pesan dalam WA itu, Q terbang ke Pangkal Pinang,”  jelasnya.

Dijelaskan Wiwinda, keluarga di bangkalan Madura setiap saat menunggu kabar tentang nasibnya Ra bagus dari keponakannya Tomy yang juga bekerja di perusahaan penerbangan yang ada di kawasan bandara Soekarno Hatta. “Kalau informasi tentang Ra bagus, kami punya ke;onakan yang bekerja di perusahaan penerbangan juga, dari dia kami selalu menerima informasi terbaru,” terangnya.

Ditambahkan Wiwinda, saat ini Dhea Sofa Angraini isteri Ra Bagus berada di Rumah sakit Bhayangkara Polri untuk mengetahui nasibnya Ra Bagus. “Jadi kami tidak perlu ke Jakarta, karena sudah ada isterinya dan kerabat kami yang lain disana,” katanya.

Namun kata dia, kalaupun nanti anaknya Ra Bagus ditemukan dan sudah meninggal, maka pihak keluarga sudah sepakat jenasahnya akan dibawa pulang ke Bangkalan. “Kalau anak saya itu memang sudah ditakdirkan meninggal dalam kecelakaan pesawat ini, pihak keluarga sudah sepakat akan dikubur di Bangkalan Madura,” ujarnya.

Karena sampai saat ini belum ada kabar yang resmi ibuh Wiwinda, dirinya dan kelaurga di Madura tetap berharap ada keajaiban dan mukzizat dari Allah, anaknya selamat. “Kalau memang ditakdirkan selamat, anak bisa berkumpul lagi, kalau memang ditakdrkan meninggal ya kita ihlaskan,” pungkasnya. (hib/shb)