HEADLINEKESEHATANPERISTIWAPOLITIK & PEMERINTAHANTERKINI

Penyakit DBD Di Bangkalan Meningkat Dua Kali Lipat, Satu Orang Penderita DBD Meninggal

Markas Kodim 0829/bangkalan sat di foging

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten Bangkalan meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada bulan Januari 2019 ini, ada 53 kasus DBD, dari jumlah tersebut 1 orang penderita DBD meninggal dunia yaitu siswa kelas IV SD warga desa Sukolilo kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan. “Pasien DBD meninggal setelah dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya,” kata Plt Kadinkes Bangkalan, Sudiyo melalui Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Hj Maryamah, Rabu (30/01/2019).

Dikatakan dia, jika dibandingkan dengan tahun 2018 dengan bulan yang sama yaitu bulan Januari, ksus DBD terjadi peningkatan 2 kali lipat. “Pada bulan januari tahun 2018 ada 25 kasus DBD dan saat ini pada bulan yang sama sudah ada 53 kasus, berarti peningkatannya 2 kali lipat,” jelas Maryamah.

Dijelaskan dia, meningkatnya kasus DBD ini merupakan siklus lima tahunan yang terjadi hampir disemua daerah di Jatim. “Peningkatan kasus DBD ini tidak hanya terjadi di kabupaten Bangkalan saja, saya lihat hampir semua kabupaten di Jatim kasus DBD-nya meningkat,” terang Maryamah.

Untuk di kabupaten Bangkalan kata Maryamah, daerah yang paling tinggi kasus DBD-nya adalah kecamatan Blega, ada 11 kasus, kemudian kecamatan Socah dan kecamatan kota Bangkalan ada 5 kasus dan kecamatan Sukolilo serta kecamatan Arosbaya ada 4 kasus. “Ini Minggu ke-4 bulan Januari 2019,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi penyakit DBD ini kata Maryamah, Dinkes bangkalan tetap melakukan pemantauan jentik dan foging atau pengasapan di daerah yang ada kasus DBD-nya. “Pada intinya itu untuk kasus DBD ini adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan kami melakukan foging di daerah yang ada kasus DBD-nya,” kata Maryamah.

Ditambahkan Maryamah, pada musim hujan seperti ini, Dinkes bangkalan menghimbau apabila  menderita panas selama 2 hari tidak turun-turun segera dibawa ke Doter. “Kalau panas selama  2 hari ngak turun, ya segera dibawa ke dokter, karena kuatir kena DBD,”ujarnya..

Selama musim hujan ini imbuh Maryamah, Dinkes telah melakukan 10 kali foging di dalam kota, foging tersebut dilakukan karena ada permintaan dari masyarakat. “Kalau Dinkes sendiri yang lakukan foging sudah 10 kali lebih, itu belum foging yang dilakukan oleh Puskesmas-puskesmas. Kemarin kita lakukan foging di Markas Kodim 0829/bangkalan, kita foging karena ada kasus,” pungkasnya.(hib/shb)