Berita Jual Beli Kios Di Pasar Langkap Ternyata Hoax

 

pembangunan 24 kios permanen dalam proses pengerjaan

 

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Adanya pemberitaan tentang jual beli kios di pasar Langkap kecamatan Burneh kabupaten Bangkalan yang di unggah oleh beberapa media online ternyata hoax. Pasalnya selama ini tidak pernah ada jual beli kios di pasar Langkap. “Saya ngak ;pernah menjual kios, dan pembangunan 24 kios saat masih 45 persen. Kalau untuk kios yang 6 lokal yang dibangun pada tahun 2015 apa ada jual  beli, saya ngak tahu, sebab saya menjadi Kepala pasar Langkap ini tahun 2018,” kata Kepala pasar Langkap Agus Riadi, Kamis (03/10/2019).

Dikatakan Agus Riadi, 6 lokal yang posisinya berada di sebelah Selatan sampai saat memang belum ditempati. “Kalau hari Minggu di emperan 6 kios itu ditempati pasar burung, untuk kiosnya tidak ditempati. Pembangunan 6 kios itu zamannya Kepala pasar Almarhum Jazuli, jelas Agus panggilan akrabnya Kepala Pasar Langkap ini.

Dijelaskan Agus, sementara untuk pembangunan 24 kios permanen saat ini masih dalam proses pengerjaan. “Pengerjaan kondisi fisiknya masih sekitar 45 persen, Untuk 24 kios ini belum selesai, masak sudah dikatakan ada jual beli kios, saya sendiri bingung, karena selama saya jadi Kepala Pasar tidak pernah menjual kios,” kata Agus yang juga mantan Kepala Pasar Kencur Socah ini.

Pembangunan 24 kios permanen ini kata Agus, disediakan khusus untuk pedagang pasar Langkap. “Tujuan dari pembangunan 24 kios ini agar supaya pedagang bisa berjualan dengan nyaman. Dan mereka tidak dimintai biaya apapun alias gratis,” tuturnya.

 

6 kios yang dibangun pada tahun 2015

Sementara itu, Kepala Disperindag Bangkalan, Roosli Suliahryono melalui Kabid Pengelolaan Pasar Sutanto menegaskan, pihaknya tidak pernah menerima laopran adanya jual beli kios di pasar Langkap  “Kami tidak pernah jual beli kios, berarti berita yang diupload di beberapa media online itu hoax,” kata Sutanto.

Dikatakan dia, pada tahun 2019 ada beberapa pasar tradisional yang menperoleh program pembangunan atau Rehabilitasi atau pemeliharaan. “ada tiga pasar tradisional yang memperoleh rehabilitasi yaitu Pasar Langkap, Pasar Tanjung Bumi dan pasar Bancaran,” jelasnya,

Selain rehabilitasi kata Sutanto, ada tiga pasar tradisional yang mendapatkan program Pembangunan atau revitalisasi yaitu pasar Socah, pasar  Kwanyar  dan pasar Tanah Merah. “Program pembangunan di pasar tradisional ini untuk meningkatkan sarana dan prasarana  agar supaya para pedagang bisa berjualan dengan nyaman, jadi kios yang rusak kit perbaiki, selain itu juga untuk menghilangkan kesan becek dan kumuh di pasar tradisional,” pungkasnya. (hib/shb)