Diduga Terjadi Pungli Dalam Pengurusan KTP Eletronik, Massa Gempar Luruk Kantor Dispendukcapil Bangkalan

 Massa Gempar saat unjuk rasa di kantor Dispendukcapil Bangkalan 

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar)  Bangkalan melakukan aksi unjuk rasa ke  kantor Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Dispendukcapil) kabupaten bangkalan. ““Amburadulnya pelayanan administrasi kependudukan ini terkait dengan adanya dugaan pungli lewat jalur pintu belakang,” teriak koorlap aksi, Abdul Rohim saat orasi di kantor Dispendukcapil Bangkalan, Selasa (14/07/2020).

Dikataan Abdul Rahim, hasil kajian dan temuan Gempar di lapangan, ada sejumlah kecamatan di kabupaten Bangkalan yang tidak ada alat perekam KTP Eletronik dengan alasan rusak, akibatnya masyarakat harus mengeluarkan uang untuk mengurus KTP eletronik. “Dan itupun harus minta tolong kepada orang lain agar proses pengurusan KTP-nya cepat selesai,” terangnya..

Massa Gempar menuntut agar Dispendukcapil kabupaten Bangkalan segera memperbaiki sistem pelayanan adminduk dengan memperjelas SOP secara publik, membuat nomor antrian pelayanan untuk ketertiban dan bagi kecamatan yang alat perekaman KTP eletronik rusak maka dalam waktu satu bulan kedepan harus sudah di perbaiki dan bisa melayani masyarakat di kecamatan. “Sterilkan pelayanan adminduk dari praktek Pungli, poin tuntutan ini harus di penuhi sebelum September 2020,” tukas Abd Rohim.

Dihadapan Massa Gempar, Kepala Bidang Pengelola Informasi Kependudukan (PIAK) Dispendukcapil Bangkalan, Syamsul Bakti mengatakan, pihaknya mengakui adanya sejumlah alat perekaman KTP eletronik yang rusak di sejumlah kecamatan dan alat perekaman KTP eletronik itu sudah waktunya diganti. “Pada  tahun 2020 ini sudah kami anggarkan, namun karena ada Pandemi Covid-19 semua anggaran di pangkas,” jelas Syamsul sapaan akrabnya Kabid PIAK itu..

Syamsul berjanji untuk pengadaan alat perekaman KTP eletronik ini akan di anggarkan pada tahun 2021. “Kami akan anggarkan kembali nanti pada tahun 2021,” tuturnya.


Syamsul menyampikan ucapan terimakasih kepada Mahasiswa yang tergabung dalam Gempar. “Kami sampaikan teim aksoh kepada adik-adik mahasiswa yang telah datang ke kantor kami untuk perbaikan pelayanan kami kedepan dan semua tuntutan akan kami sampaikan ke pimpinan, dan mohon maaf pimpinan saat ini masih dalam keadaan sakit dan tidak masuk kantor,.kalau untuk terkait masalah pungli di kantor kami tidak ada pungli,” pungkasnya..

Massa Gempar tidak puas dengan jawaban yang disampaikan oleh Kabid PIAK, massa meminta perwakilan Dispendukcapil yang menemui massa untuk menandatangani surat pernyataan di atas materai, namun mereka tidak bersedia dengan alasan bukan wewenangnya.karena tidak puas dengan penerimaan  di kantor Dispendukcapil, massa Gempar melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Bangkalan. (hib/shb).