Ini Kata Ketua Fraksi PKB Soal Adu Argumen Antara Bupati Dengan Anggota DPRD

Ketua Fraksi PKB, Syamsuri

Pamekasan, maduranewsmedia.com– Memanasnya perseteruan bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dan anggota DPRD Pamekasan dari partai pengusung, yang terjadi belakangan  ini membuat Ketua Fraksi PKB angkat bicara mengenai perseteruan antara Eksekutif dan legislatif tersebut.

Ketua Fraksi PKB, Syamsuri, meminta agar masyarakat  tidak menggoreng isu-isu yang seolah-olah akan mengadu domba Pemerintah dengan DPRD. Ia beranggapan bahwa komentar dari kedua belah pihak antara pemerintah dengan legislatif itu sengaja dipelintir kearah yang tidak diinginkan.

“Sayapun tidak tahu pasti mengapa sampai bisa ramai seperti itu, kesannya justru pemerintah tak suka dikritik, apalagi yang mengkritik dari salah satu anggota  PKS,” tutur Syamsuri

Menurutnya, persoalan kritikan dari salah seorang anggota DPRD dari  PKS, Harun Suyitno, tentang tidak tahunya OPD terkait terhadap Program 10 ribu pengusaha hanyalah persoalan teknis. Program tersebut sebenarnya sudah dibahas di Badan Anggaran DPRD. Hasilnya, hanya ada 2 ribu pengusaha yang tercover pada RAPD 2019 mendatang. “Saya kira tinggal tunggu waktu lah, ini kan belum masuk 100 hari kerja,” tuturnya. Minggu (4/11/2018).

Di tambahkan politisi PKB ini, dirinya menilai ada pihak pihak yang sengaja menciptakan suasana keruh dengan memeta-metakan kubu koalisi pendukung Berbaur dengan kubu oposisi. Menurutnya, untuk membangun Pamekasan seharusnya tidak perlu ada bahasa koalisi atau opisisi, mengingat pemilukada sudah selesai.

“Saya kira untuk saat ini tidak perlu perlu menggoreng isu-isu. Karena untuk membangun pamekasan itu ya bersama. Kalau ada yang keliru maka berargumen dengan nalar yang cerdas,” kata Syamsuri.

Dikatakan Syamsuri, untuk saat ini membicarakan program pamekasan selama lima tahun kedepan dinilai lebih pennting dari pada membuat isu isu miring tentang pemerintah kabupaten pamekasan. Ia pun amat menyayangkan ada pihak yang menyebarkan video yang berisi komentar bupati pamekasan tentang ketiadaan partai koalisi.

Selain itu, Syamsuri juga mengomentari pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pamekasan, Taufiqurrahman, menyesalkan atas pernyataan sikap bupati Baddrut Tamam yang menyatakan sudak tidak mempunyai partai koalisi lagi saat ini, “Ucapan bupati itu, kurang elok menyrut saya, menyampaikan sudah tak memiliki partai koalisi lagi, ini kan lucu. Padahal partai pengusung juga ikut mempunyai tanggung jawab moral terhadap masyarakat bagaimana nantinya seluruh program prioritas pasangan ini terealisasi,” tuturnya.

Memang lanjut Syamsuri, kedepan ini tidak ada lagi partai koalisi dan partai oposisi yang ada bagaimana Pamekasan kedepan bisa maju dari tahun tahun sebelumnya. “Marilah kritik boleh, tapi jangan justru sengaja bikin ribut. Mari bangun pamekasan bersama agar jadi pamekasan Rajjeh, Bejreh, dan Parjugeh” pungkasnya.(rhm/shb)