Ponpes Yang Berusia Dua Abad  Di Madura Tak Luput Dari Sosialisasi Santripreneur

para nara sumber saat berfoto bersama dengan santriwati

 

Sampang,maduranewsmedia.com– Pondok Pesantren  Raudhatul Ulum Arrohmaniya yang berada di jalan . Abdul Qohir dusun  Pramian Desa Taman  Kecamatan Sreseh kabupaten Sampang. Ponpes yang sudah berumur 2 abad ini tak luput dari kegiatan sosialisasi yang mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Redesain USO. “Saya sangat tersanjung sekali dengan Ponpes Raudhatul Ulum Arrohmaniya ini ternyata sudah lahir dua abad yang silam (1808 th) dari perjalanan  saya mulai dari merauke sampai sabang, saya sudah ketemu pesantren yang rata-rata usianya satu abad, ternyata ponpes  ini sudah berusia dua abad,”  kata Ketua Majelis Pesantren Indonesia, KH Ahmad Sugeng Utomo, acara Pembekalan Santri dengan TIK  yang digelar di Ponpes  Raudhatul Ulum Arrohmaniya yang berada di jalan  Abdul Qohir dusun  Pramian Desa Taman  Kecamatan Sreseh kabupaten Sampang, Kamis (15/11/2018).

Dikatakan dia, tujuannya dari sosalisasi ini terbentuknya santri preuneur yang berdaya saing global agar besama sama bisa  membangun ekonomi negeri menjadi besar ,sehingga sosialisasi di 122 kabupaten sengan ivon  tiga ( T) Tertinggal,Terdalam dan Terluar, bisa keluar dari zona merah tersebut.”Mengingat jumlah pesantren di Indonesia ada 33 ribu lebih maka pentingnya santri di berdayakan, jika diberdayakan maka ekonomi bangsa ini akan tumbuh sangat kuat karena basisnya dari bawah apalagi santri sudah di ajarkan nilai nilai luhur,” kata Gus UT Panggilan akrabnya KH Achmad Sugeng Utomo.

Ditambahkan dia, Santri tidak harus meninggalkan kitab klasik, budaya pendidikan santri tetap  ditingkatkan, akan tetapi IT yang berkembang saat ini harus di manfaatkan semaksimal mungkin untuk menambah keilmuan dan dengan IT dapat mampu menumbuhkan ekonomi keluarga dan  masyarakat. “Santri harus tanggap dengan tekhnologi, mampu menguasai   tekhnologi, memiliki daya juang maka santri entrepreuneur akan menjadi santri enterpreuner yang memiliki daya saing,” tuturnya

Sementara itu, Staf ahli bidang komunikasi dan media massa Kominfo RI, Drs Gun Gun Siswadi mengatakan, di era digital yang sudah memasuki Tsunami informasi ini, Kominfo RI mengharapkan kepada santri harus dapat meng-upload informasi yang positif yang dapat memberikan nilai tambah. “Jangan malah sebaliknya, makanya hati hati dengan berita yang  memgandung  hate speech,ujaran kebencian dan hoax,” kata Gun Gun Siwandi

Dikatakan dia, Pengunaan  internet saat ini sudah 143 juta, dan hampir 100 juta atau 83 persen  pengunaan medsos, oleh karena itu harus mampu menyaring berita yang memberikan dampak negatif. “Santri sebagai garda depan yang dapat memberikan perubahan , santri yang memiliki dasar nilai yang lebih bagus, dengan sosialisasi ini tujuannya salah satunya menampung aspirasi masyarakat santri.” terangnya.

konsultan  Santripruner untuk mengawal santri preuneur di seluruh Indonesia, KRT Noorwahyudi Hadinagoro mengatakan,   anak muda (melanial) madura sudah  biasa  dengan bisnis.  “Sebut saja, bisnis sate, besi tua, potong rambut, tinggal lebih fokus dan di manage lebih profesional,” kata  Noor Wahyudi

dikatakan dia, saatnya santri sudah mulai bergerak,santri mampu berkiprah di arena yang terbuka dan luas ini. “Jangan takut gagal, apalagi Rasulullah juga mulai dari bisnis, jadi jangan takut santri mulai bergeser dari zona yang ada, kreatifitas dan ide kreatif harus selalu di implementasikan dalam dunia nyata,” tegasnya

Kehadiran Staf Ahli  Kominfo dan Ketua Majelis Pesantren Indonesia di  Pondok Pesantren  Raudhatul Ulum Arrohmaniya di sambut dengan antusias oleh ratusan  santri -Santriwati, Lagu Indonesia Raya, Mars NU dan Pondok Pesantren sebagai pembuka acara, yang di lanjutkan sambutan  pengasuh yang di wakili oleh Ketua Harian PP Ust.Abdus Syakur, mengucapkan terima kasih kepada Kominfo dan Majelis Pesantren Indonesia atas kesediaan hadir ke Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Arrahmaniyah. (hib/shb)