Inilah Penanggulangan Bencana Yang Telah Dilakukan BPBD Bangkalan Selama Tahun  2019

Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Morris

 

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bangkalan telah melakukan penanggulangan bencana yang terjadi di kabupaten Bangkalan selama tahun 2019. “Sepanjang tahun 2019 ini telah terjadi 14 kali bencana tanah longsor dan 15 kali kejadian cuaca ekstrem atau bencana angin Puting Beliung,”  kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris, AP, M.Si, Senin (30/12/2019)

Dikatakan dia, bencana tanah longsor itu terjadi di 6 kecamatan, akibat bencana tanh longsor itu, infrastruktur seperti jembatan, jalan desa dan beberapa gedung sekolah rusak. “Alhamdulillah dalam kejadian bencana Tanah Longsonr ini tidak ada korban jiwa,” jelas Rizal panggilan akrabnya Kepala Pelaksana BPBD bangkalan ini.

kepala BPBD Bangkalan saat menyerahkan bantuan kepada korban bencana banjir

 

Dijelaskan Rizal, sedangkan untuk kejadian cuaca ekstrem yang teridiri dari angin kencang ada angin puting beliung selama tahun 2019 ini ada 15 kali kejadian. “Kejadian cuaca ekstrem ini terjadi pada 11 kecamatan, Untuk kerusakan akibat cuaca ekstrem ini puluhan rumah warga, tempat ibadah, dan kerusakan gedung sekolah, mulai dari rusak ringan, sedang sampai rusak berat,” terangnya.

Pada cuaca ekstrem ini kata Rizal ada 1  orang korban jiwa yang meninggal dunia yaitu di desa Tlagah kecamatan Galis, sedangkan di Kelurahan Mlajah ada 1 orang yang mengalami luka berat. “Untuk bencana Angin Puting Beliung yang memakan korban jiwa di desa Tlagah bupati dan pemkab bangkalan telah meminta permohononan bantuan kepada Gubernur jawa timur, saat ini kami masih menunggu respon dari Ibu Gubernur, karena  kerusakan di Desa Tlagah itu rata-rata rusak sedang dan rusak berat, termasuk 1 orang korban jiwa,” tuturnya.

Selain kejadian bencana tanah longsor dan  cuaca ekstrim imbuh Rizal,  ada 6 kali kejadian bencana banjir yang terjadi di 4 kecamatan yakni di kecamatan Kamal, Blega, Arosbaya dan kecamatan Socah. “Dampaknya ketika banjir aktivitas kegiatan ekonomi terganggu, terutama di wilayah yang terdampak,” katanya.

Ditambahkan Rizal, didalam menangulangi bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, pemkab Bangkalan melalui BPBD selaku koordinator kebencanaan perangkat sudah melakukan pendampingan dan pemberian bantuan darurat, pemberian pelayanan kesehatan, evakuasi korban. “Semuanya itu kami laporkan ke bapak bupati termasuk BPBD prov jatim,” ujarnya.

 

Bupati Bangkalan R Abd Latif Amin saat memberikan pengarahan

 

Sementara  dampak dari hidrometrologi terkait bencana kekeringan, BPBD telah melakukan dropping air bersih kepada 82 desa kering kritis dan kering langka  yang tersebar di 12 kecamatan. Droping air itu dilakukan BPBD  mulai dari bulan Juli sampai bulan November 2019. “ Dana yang kami pakai untuk dropping air bersih ini berasal dari 2 sumber yaitu APBD kabupaten Bangkalan dan anggaran BPBD  sendiri yang di Back up dari APBD provinsi Jatim,” kata Rizal.

kemudian kata Rizal, untuk antisipasi terkait musim penghujan sesuai rilis dari BMKG bahwa hampir seluruh wilayah di Jatim pada bulan November sampai Pebruari 2020 nanti akan masuk pada puncak hujan, maka  BPBD bersinergi dengan TNI -Polri dan telah melakukan apel siaga beberapa waktu lalu. “Kami mendirikan posko terpadu terkait penangggulangan bencana sebagai tindak lanjut dari apel gelar pasukan dan alut dan alsus nusa II aman semeru 2019 untuk kesiap siagaan dan penanggulangan bencana di kabupaten bangkalan,” jelasnya.

Melihat serta mempertimbangkan semua kejadian hidrometrologi dalam 2 bulan terakhir ini kata Rizal, maka bupati Banglalan telah mengeluarkan surat keputusan Bupati tahun 2016 tanggl 2 Desember 2019 tentang penetapan status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrim di bangkalan. “Status Siaga Darurat bencana Banjir ini berlaku mulai tanggal di tetapkan sampai 150 hari kedepan,” urainya.

Untuk menanggulangi bencana ini kata Rizal, BPBD telah mempersiapkan 21 personel  yang terbagi dalam beberapa tim mulai dari kesekretariatan administrasi dan ada tim yang khusus di bidang penanggulangan bencana yaitu Tim Reaksi Cepat (TRC) “Kami juga telah  melakukan sosialisasi terkait kesiap siagaan menghadapi bencana terutama di daerah yang rawan bencana,” pungkasnya.(hib/shb/*/)