Lakukan Komunikasi Intensif Dengan NU, Ketua DPC PKB Bangkalan Rangkul Para Ulama dan Jaringan Kiai Kampung

Para Ulama dan Jaringan kiai Kampung saat acara silaturahmi dengan Ketua DPC PKB Bnagkalan, H Syafiuddin Asmoro, S.Sos

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Ketua DPC PKB bangkalan, yang juga anggota Komisi V DPR RI, H Syafiuddin Asmoro S.Sos terus membangun komunikasi secara intensif dengan Nahdhatul Ulama (NU) serta  para tokoh ulama dan jaringan kiai kampung (Japung). “Silaturahmi dengan para ulama ini atas intruksi DPP PKB melalui ketua umum bapak H Muhaimin Iskandar, bahwa DPC DPC PKB Se Indonesia  harus melakukan komunikasi intensif dengan para ulama. secara kearifan lokal saya pribadi sebagai ketua DPC PKB bangkalan menambah ulama itu dengan kiai –kiai kampung,” kata Jih Syafi sapaan akrabnya Ketua DPC PKB Bangkalan disela-sela acara Silaturahmi dengan Ulama dan jaringan kiai Kampung se kabupaten Bangkalan, Senin (10/05/2021).

Kenapa kiai kampung kata jih Syafi, karena para kiai kampung ini merupakan eksekutor yang berada di garda terdepan didalam masyarakat. “Beliau beliau (parai kiai kampung red) adalah eksekutor yang paling depan, karena belaiu beliau berada di desa-desa, nah menyikapi intruksi pak Muhaimin kami ingin tetap  melakukan kolaborasi  tetutama ke Patron Nahdatul ulama (NU),” jelasya.

Dijelaskan dia, Silaturahmi dengan para ulama ini merupakan Road show dirinya sebagai anggota DPR RI.  “Kegiatan ini juga bagian dari road show kami sebagai anggota DPR RI sekaligus sebagai ketua DPC PKB bangkalan, yaitu daerah paling ujung barat di palau  Madura,  kami menginginkan sinerjitas antara PKB dengan para ulama ini terbagun secara kontinyu tidak hanya sebatas di momen momen pemilihan legislatif  ataupun momen momen pilakda saja,” terangnya.

Dalam kegiatan Silaturhami dengan para ulama dan jaringan kiai kampung ini kata Jih Syafi, pihaknya sengaja mengumpulkan semua para ulama dan kiai kamoung yang selama ini berserakan. “Saya sebagai ketua DPC PKB bangkalan  melibatkan lagi tokoh tokoh yang berserakan sebelum saya jadi ketua DPC, secara kultural beliau beliau itu tokoh PKB, dan  hari ini kami  mengumpulkan kembali semua elemen elemen yang berserakan itu,  selama ini seakan akan beliau beliau itu tidak kemana –mana, tapi  sekarang beliau beliau harus ada di PKB. Alhamdulillah  dewan Mustasar, dewan Syuor berkumpul semua, dan  kita melibatkan jaraingan kiai kiai kampung se kabupaten Bangkalan,” tuturnya.

Ditambahkan jih Syafi, kegiatan Silaturhami dengan para ulama dan jaringan kiai kampung ini sekaligus mensosialisasikan undang undang pesantren. “Kami mendorong dan minta do,a kepada masayih dan para ulama terkait undang undang pesantren, bagaimana  pemerintah melalui Presiden segera menerbitkan peraturan pemerintah (PP) dan peraturan Presiden (Perpres), karena sebelum ada PP maka APBN yang akan kita rumuskan bagaimana untuk membiayai anggaran Ponpes dan Madrasah segera terealisir karena sementara ini tidak berjalan karena regulasi dan piranti piranti hukum dibawah Undang undang yang 11 item itu masih belum dilakukan oleh pemerintah,” katanya


oleh sebab itu imbuh jih Syafi, dirinya meminta dukungan keapad para ulama dan jaringan kiai kampung bagaimana pemerintah melalui Presiden segera menertibkan PP sehingga Ponpes dan Madrasah  sama setara dengan lembaga lembaga pendidikan umum yang lain.     

Masyarakat saat menghadiri acara silaturahmi ulama dan jaringan Kiai Kampung

tampak hadir dalam acara Silaturahmi denagn para ulama dan jaringan kiai kampung itu antara lain; KH Syafik Rofi,i, ketua dewan Syro PKB, Ir H Mondir A Rofii, KH Imam Bukhori Kholil, Angota DPR RI, H Hasanu bin Zubair, Anggota DPRD Jatim dari PDI-Perjunagan Mahfud, S.ag, anggota DPRD Jatim dari Fraksi Keadilan Bintang Nurani (KBN), Mathur Husyairi, S.Ag, Putra KH Kholilurahamn (Ra Liur), RKH Bir Aly serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya. (hib/shb)