HEADLINEPENDIDIKANPERISTIWATERKINI

Di Kabupaten Bangkalan Masih 12 Sekolah Yang Laksanakan PSP Murni

Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Bangkalan, Risman Iriyanto

Bangkalan, maduranewsmedia. com- Program Sekolah penggerak (PSP) di kabupaten Bangkalan nampaknya masih berjalan lamban. Sebab sampai saat ini dari 55  SMP Negari di kabupaten Bangkalan hanya 12 sekolah yang melaksanakan PSP murni dan menerapkan kurikulum merdeka mulai dari kelas VII. “PSP ini baru tahun pertama pada tahan pelajaran 2022 2023, dan di Bangkalan masih 12 sekolah yang murni melaksanakan PSP, ” kata Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Risman Iriyanto, Ahad (12/03/2023)

Selain jumlahnya masih minim, selama 1 tahun program ini berjalan belum kelihatan outputnya. “Ya Output belum terbaca karena masih tahun pertama sekolah yang menerapkan PSP murni dengan kurikulum Merdeka belajar menyeluruh, ” jelas Risman sapaan akrabnya Kasi Kurikulum Disdik Bangkalan ini.

Dijelaskan Risman, selain 12 sekolah yang menerapkan PSP murni, sekolah lain juga boleh mengimplementasikan kurikulum merdeka mandiri. “Ada 44 sekolah SMP Negeri dan swasta yang mengimplementasikan kurikulum merdeka mandiri,” terangnya.

Ke 44 sekolah SMP Negeri dan swasta yang mengimplementasikan PSP mandiri itu kata Risman, mereka langsung mendaftar ke Kemendikbud. “Jadi di pusat, sekolah mereka langsung masuk ke data sebagai sekolah  IKM mandiri, ” tuturnya.

Ditambahkan Risman, Sekolah yang melaksanakan menerapkan PSP murni dan sekolah yang PSP mandiri berbeda. “Kalau Sekolah yang PSP murni diberi anggaran oleh pemerintah untuk melaksanakan kurikulum merdeka,  sementara untuk yang PSP mandiri tidak, ” pungkasnya. (min/shb)