Ketua Bawaslu Jatim Lepas Burung Dara Bersama Forkopimda Bangkalan Dalam Deklarasi Pemilu Aman Dan Damai

Ketua Bawaslu Jatim bersama Anggota Forkopimda saat melepakan burung Dara

Bangkalan, maduranewsmedia.com – Ketua Bawaslu Jawa Timur (Jatim), Abd Warist menghadiri acara deklarasi pemilu Aman dan Damai yang digelar oleh Bawaslu kabupaten Bangkalan. Dalam acara tersebut Ketua Bawaslu Jatim bersama anggota Forkopimda, Ketua KPU Bangkalan, Ketua Bawaslu Bangkalan dan pimpinan partai politik peserta pemilu  2024 melepaskan burung dara bersama sama sebagai simbol deklarasi pemilu aman dan damai.

Dalam Deklarasi pemilu aman dan daman yang dikemas dengan car free day itu, peserta deklarasi yang terdiri dari anggota Panwascam memakai kaos berwarna warni melakukan jalan santai mengelilingi alun-akun kota Bangkalan dengan membawa pesan pesan moral, seperti tolak money politik, tolak hoax dan pesan moral lainnya. Para peserta juga membagikan bunga kepada masyarakat yang melintas di jalan tersebut.

Ketua Bawaslu Jatim, Abd  Warist,  kaos warna warni yang dipakai anggota Panwascam Bawaslu Bangkalan ini merupakan identitas bangsa. “Warna warni kaos yang bapak pakai hari ini menunjukkan bahwa bangsa kita memiliki identitas yang beraneka ragam, ” kata Abd Warist
Disela sela acara Apel siaga pengawasan Pemilu 2024 dan kalah menang Pagghun Tretan di depan pendopo agung Bangkalan, Ahad (11/02/2024)

Ketua Bawaslu Jatim menegaskan, jika pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pemilu 2024 akan menjadi teladan pengawasan pemilu di Indonesia. “Kita buktikan bahwa pada pemilu 2024 ini kabupaten bangkalan akan menjadi teladan pengawasan Pemilu di Indonesia, ” tegas A Warist.

Oleh sebab itu kata Abd Warist Bawaslu di semua tingkatan jangan sampai lengah. “Bawaslu sampai tingkatan jajaran PTPS tidak boleh lengah, terutama pada hari tenang sampai pemungutan suara, awasi semua  tidak boleh ada yang luput dari pengawasan kita.  Apapun itu yang berupa pelanggaran catat, itu yang terpenting. Jaga rakyat, catat kalau terjadi pelanggaran karena apabila tidak dijaga maka akan berpotensi pemilu kita tidak akan damai
Kedamaian itu bisa dicapai dengan keadaban, kemanusiaan dan keadilan, ” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bangkalan, Ahmad Mustain Saleh menjelaskan Bawaslu Bangkalan memiliki Kekuatan pengawasan hingga ke desa desa. “Kekuatan pengawasan kita sampai ke desa -desa ada 564 orang pengawas,” kata Mustain sapaan akrabnya Ketua Bawaslu Bangkalan ini.

Terkait dengan adanya kaos warna warni serta pembagian bunga, Mustain menyatakan jika hal tersebut sebagai simbol kesatuan dan persatuan bangsa. “Kaos berwarna warni itu walaupun berbeda warna, tapi tetap Indonesia tetap a tretan, berbeda itu sesuatu yang biasa. Kita membagikan bunga, karena pada hari Rabu pelaksanaan pemungutan suara berbarengan  hari Valentine, ada bunga ada coklat nya, semuanya untuk  damai,” pungkasnya.(min/shb)